/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Minggu, 06 November 2016

Kimia Organik Fisik

KIMIA ORGANIK FISIK
          Mempelajari kimia organik fisik pada hakekatnya adalah mengkaji aspek fisik dari suatu senyawa organik. Dengan mengetahui secara baik aspek fisik suatu molekul organik maka dapat dirancang suatu sintesa molekul target tertentu dengan pendekatan diskoneksi terutama mensintesis suatu senyawa yang bermanfaat khususnya untuk obat-obatan yang secara alami kadarnya sangat rendah dalam makhluk hidup. Dalam perancangan suatu sintetik mutlak memahami reaktivitas starting material, jenis dan mekanisme reaksinya serta kemungkinan reksi samping yang terjadi dan bagaimana agar suatu reaksi bersifat kemoselektif (Sitorus; 2008).
1.     Gaya van der Waals
Tarikan paling lemah di antara molekul secara keseluruhan dinamakan gaya van der Waals, yaitu menurut nama kimiawan bangsa Belanda, Johannes van der Waals. Dua gaya van der Waals yang utama adalah gaya dispersi (merupakan yang paling lemah dari semua interaksi molekul, beragam kekuatannya, bergantung pada ukuran dan bentuk molekul. Gaya ini diperkirakan timbul dari gerakan elektron yang cukup kuat untuk membuat brom yang nonpolar berada dalam keadaan cair dan iod dalam keadaan padat) dan interaksi dwikutub (merupakan interaksi yang dihasilkan dari tarikan antara molekul polar. Interaksi dwikutub jauh lebih kuat daripada gaya dispersi dan terjadi jika molekul polar tertarik satu sama lain) (Wilbraham dan Michael; 1992)..
2.     Gugus Fungsi
Kita telah memusatkan perhatian pada rantai dan cincin hidrokarbon yang merupakan komponen penting dari setiap senyawa organik. Tetapi, dalam kebanyakan reaksi kimia yang melibatkan molekul organik, rangka hidrokarbon dari molekul secara kimia tidak bereaksi (lembam). Dengan demikian, reaksi alkana sangat terbatas. Pada umumnya kimia organik melibatkan substituen ini, yang biasanya mengandung oksigen, nitrogen, sulfur, atau fosfor, yang dinamakan gugus fungsi, yakni bagian suatu molekul yang berfungsi secara kimia (Wilbraham dan Michael; 1992)..
3.     Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen adalah gaya tarik yang terjadi jika hidrogen yang terikat secara kovalen pada atom yang sangat elektronegatif juga terikat dengan lemah kepada pasangan elektron tanpatungan milik atom elektronegatif dari molekul yang sama atau dari molekul yang ada didekatnya (Wilbraham dan Michael; 1992)..
4.     Tautometri
Suatu senyawa karbonil dengan suatu hidrogen alfa yang bersifat asam, dapat berada dalam dua bentuk yang disebut tautomer : suatu tautomer keto dan sebuah tautomer enol. Tautomer adalah isomer-isomer yang berbeda satu dengan lainnya hanya pada posisi ikatan rangkap dan sebuah atom hidrogen yang berhubungan. Tautometri dapat mempengaruhi kereaktivan suatu senyawa (Fessenden dan Fessenden; 1982).
5.     Elektronegativitas
Elektronegativitas adalah ukuran dari kecenderungan sebuah atom untuk menarik pasangan elektron ikatan.
6.     Polarizabilitas
Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul.
7.     Efek Induksi
Suatu aksi elektrostatik yang diteruskan melalui rantai atom dalam suatu molekul melalui ikatan sigma atau kemampuan suatu atom untuk menolak atau menarik elektron dibandingkan atom H.
8.     Resonansi
Merupakan peristiwa ikut bergetarnya sebuah benda disebabkan getaran dari benda lain yang mempunyai frekuensi yang sama atau mempunyai frekuensi dengan nilai yang merupakan kelipatan bilangan bulat dari frekuensi benda tersebut. Contoh yang paling mudah untuk dilihat adalah apabila kita memukul beduk pada satu sisi, maka pasti sisi yang lainnya pun akan turut bergetar sehingga menciptakan bunyi yang lebih keras.
9.     Hiperkonjugasi
Hiperkonjugasi adalah ikatan C – C apabila mengikat atom lagi dengan ikatan. Rangkap 2 atau 3C-C kecil dari pada C-C perhitungan karena adanya pengaruh ikatan rangkap dua atau tiga yaitu elektron. atau pengaruh hiperkonjugasi. Terjadi semacam resonansi. Gejala ini disebut hiperkonjugasi yaitu karena adanya pergeseran elektron sehingga tidak berikatan secara parsial (atom H berdekatan) “no bond resonance” sehingga sering pula disebut konjugasi. Seakan-akan mirip jarak ikatan rangkap tetapi tidak 100% hanya diantaranya (Stanley , 1988).
10. Regangan Ruang
Senyawa siklik akan membentuk suatu cincin datar. Dimana bila sudut ikatan dalam senyawa siklik menyimpang dari sudut ikatan tetrahedral maka molekulnya mengalami regangan (Parlan; 2003).
DAFTAR PUSTAKA
Fessenden, Ralp J., dan Joan S. Fessenden. 1982. Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
Sitorus, Marham. 2008. Kimia Organik Fisik. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Stanley. 1988. Kimia OrganikJilid 1. Bandung : ITB PRESS.
Wilbraham, Antony C., dan Michael S. Matta. 1992. Pengantar Kimia Organik Dan Hayati. Bandung : ITB.

11 komentar:

  1. Trimakasih atas pemaparannya saudari nadya, pemaparannya sangat bermanfaat. Saya ingin bertanya mengenai faktor" yg mempengaruhi tautometri dimana bagaimana faktor" tersebut dpt mempengaruhi tautometri ?

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas pertanyaan nya saudari nevira, saya akan menjawab pertanyaan anda, di mana faktor" yg mempengaruhi tautometri itu ada 3, yaitu pH, pelarut, dan temperatur

    BalasHapus
    Balasan
    1. dimana pada pH, itu untuk mengatur tingkat keasaman suatu senyawa pada tautomer dimana tautometri itu bersifat asam
      pelarut itu untuk melarutkan suatu senyawa menjadi asam
      dan temperatur itu untuk mengatur suhu suatu senyawa asam tersebut

      Hapus
  3. terimakasih atas ulasannya. saya mau bertanya, bisa berikan contoh lain regangan ruang? dan tlg dijelaskan dalam gambar.

    BalasHapus
  4. Terima kasih atas penjelasan nya, bisakah anda berikah contoh dari interaksi dwikutub dan gaya dispersi dari gaya van der Waals?

    BalasHapus
  5. terima kasih atas pertanyaan nya saudari romeida, saya akan menjawab pertanyaan nya contoh regangan ruang itu seperti pada sikloheksana, dimana gambar nya bisa dilihat pada konformasi sikloheksana, dimana regangan sudut sikoheksana itu sudutnya sama dengan sudut tetrahedral yaitu 109,5 derajat

    BalasHapus
  6. terima kasih atas pertanyaan saudari yunia, saya akan menjawab
    contoh dari interaksi dwikutub yaitu Interaksi dwikutub dalam air misalnya, berasal dari tarikan lemah sesama molekul air. Setiap ikatan O-H dalam molekul air sangat polar; karena keelektronegatifan oksigen yang besar, oksigen mempunyai sedikit muatan negatif; hidrogen mempunyai sedikit muatan positif. Molekul polar saling tarik, sehingga daerah positif dari satu molekul air tertarik pada daerah negatif dari molekul lainnya. Tarikan dwikutub antara molekul air ini sangat lemah jika disbanding dengan gaya lemah lain, yaitu ikatan hidrogen
    sedangkan contoh dari gaya dispersi yaitu pada senyawa Cl2 yaitu apabila susunan molekul-molekul Cl2 yang terjadi disebabkan karena gaya dispersi atau gaya london, yaitu efeknya senyawa tersebut akan sangat lemah, dan akan bertambah jika jumlah elektron dalam molekul Cl2 bertambah banyak

    BalasHapus
  7. Terima kasih atas pemaparan yang saudari nadya berikan, sudah bagus, namun saya ingin bertanya, bagaimana proses terjadinya sebuah ikatan hidrogen pada sebuah molekul?

    BalasHapus
  8. Baiklah terima kasih atas pertanyaan dari saudari ria, saya akan menjawab proses terjadinya ikatan hidrogen ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas. Dimana hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini yang akan membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah hingga tinggi

    BalasHapus
  9. Materinya lumayan lengkap, cukup membantu, terima kasih.
    Mengenai regangan ruang, apa itu hanya berlaku untuk senyawa yang membentuk tetrahedral saja? Tolong penjelasannya. Terima kasih.

    BalasHapus
  10. Terima kasih atas pertanyaan nya kepada saudara abdi, baiklah saya akan menjawab dimana regangan ruang dapat terjadi karena suatu atom tersebut tidak terikat

    BalasHapus