KIMIA ORGANIK FISIK
Mempelajari kimia organik fisik pada
hakekatnya adalah mengkaji aspek fisik dari suatu senyawa organik. Dengan
mengetahui secara baik aspek fisik suatu molekul organik maka dapat dirancang
suatu sintesa molekul target tertentu dengan pendekatan diskoneksi terutama
mensintesis suatu senyawa yang bermanfaat khususnya untuk obat-obatan yang
secara alami kadarnya sangat rendah dalam makhluk hidup. Dalam perancangan
suatu sintetik mutlak memahami reaktivitas starting material, jenis dan
mekanisme reaksinya serta kemungkinan reksi samping yang terjadi dan bagaimana
agar suatu reaksi bersifat kemoselektif (Sitorus; 2008).
1.
Gaya van der Waals
Tarikan
paling lemah di antara molekul secara keseluruhan dinamakan gaya van der Waals,
yaitu menurut nama kimiawan bangsa Belanda, Johannes van der Waals. Dua gaya
van der Waals yang utama adalah gaya dispersi (merupakan yang paling lemah dari
semua interaksi molekul, beragam kekuatannya, bergantung pada ukuran dan bentuk
molekul. Gaya ini diperkirakan timbul dari gerakan elektron yang cukup kuat
untuk membuat brom yang nonpolar berada dalam keadaan cair dan iod dalam
keadaan padat) dan interaksi dwikutub (merupakan interaksi yang dihasilkan dari
tarikan antara molekul polar. Interaksi dwikutub jauh lebih kuat daripada gaya
dispersi dan terjadi jika molekul polar tertarik satu sama lain) (Wilbraham dan Michael; 1992)..
2.
Gugus Fungsi
Kita
telah memusatkan perhatian pada rantai dan cincin hidrokarbon yang merupakan
komponen penting dari setiap senyawa organik. Tetapi, dalam kebanyakan reaksi
kimia yang melibatkan molekul organik, rangka hidrokarbon dari molekul secara
kimia tidak bereaksi (lembam). Dengan demikian, reaksi alkana sangat terbatas.
Pada umumnya kimia organik melibatkan substituen ini, yang biasanya mengandung
oksigen, nitrogen, sulfur, atau fosfor, yang dinamakan gugus fungsi, yakni bagian
suatu molekul yang berfungsi secara kimia (Wilbraham
dan Michael; 1992)..
3.
Ikatan Hidrogen
Ikatan
hidrogen adalah gaya tarik yang terjadi jika hidrogen yang terikat secara
kovalen pada atom yang sangat elektronegatif juga terikat dengan lemah kepada
pasangan elektron tanpatungan milik atom elektronegatif dari molekul yang sama
atau dari molekul yang ada didekatnya (Wilbraham
dan Michael; 1992)..
4.
Tautometri
Suatu
senyawa karbonil dengan suatu hidrogen alfa yang bersifat asam, dapat berada
dalam dua bentuk yang disebut tautomer : suatu tautomer keto dan sebuah
tautomer enol. Tautomer adalah isomer-isomer yang berbeda satu dengan lainnya
hanya pada posisi ikatan rangkap dan sebuah atom hidrogen yang berhubungan.
Tautometri dapat mempengaruhi kereaktivan suatu senyawa (Fessenden dan
Fessenden; 1982).
5.
Elektronegativitas
Elektronegativitas
adalah ukuran dari kecenderungan sebuah atom untuk menarik pasangan elektron
ikatan.
6.
Polarizabilitas
Kemudahan
suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul.
7.
Efek Induksi
Suatu
aksi elektrostatik yang diteruskan melalui rantai atom dalam suatu molekul
melalui ikatan sigma atau kemampuan suatu atom untuk menolak atau menarik
elektron dibandingkan atom H.
8.
Resonansi
Merupakan peristiwa ikut bergetarnya sebuah benda disebabkan
getaran dari benda lain yang mempunyai frekuensi yang sama atau mempunyai
frekuensi dengan nilai yang merupakan kelipatan bilangan bulat dari frekuensi
benda tersebut. Contoh yang paling mudah untuk dilihat adalah apabila kita
memukul beduk pada satu sisi, maka pasti sisi yang lainnya pun akan turut
bergetar sehingga menciptakan bunyi yang lebih keras.
9.
Hiperkonjugasi
Hiperkonjugasi
adalah ikatan C – C apabila mengikat atom lagi dengan ikatan. Rangkap 2 atau
3C-C kecil dari pada C-C perhitungan karena adanya pengaruh ikatan rangkap dua atau
tiga yaitu elektron. atau pengaruh hiperkonjugasi. Terjadi semacam resonansi. Gejala
ini disebut hiperkonjugasi yaitu karena adanya pergeseran elektron sehingga
tidak berikatan secara parsial (atom H berdekatan) “no bond resonance” sehingga
sering pula disebut konjugasi. Seakan-akan mirip jarak ikatan rangkap tetapi tidak
100% hanya diantaranya (Stanley , 1988).
10. Regangan
Ruang
Senyawa siklik akan membentuk
suatu cincin datar. Dimana bila sudut ikatan dalam senyawa siklik menyimpang
dari sudut ikatan tetrahedral maka molekulnya mengalami regangan (Parlan;
2003).
DAFTAR
PUSTAKA
Fessenden,
Ralp J., dan Joan S. Fessenden. 1982. Kimia
Organik Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
Sitorus, Marham. 2008. Kimia Organik Fisik. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Stanley. 1988. Kimia OrganikJilid 1.
Bandung : ITB PRESS.
Wilbraham, Antony C., dan Michael S.
Matta. 1992. Pengantar Kimia Organik
Dan Hayati. Bandung : ITB.
Trimakasih atas pemaparannya saudari nadya, pemaparannya sangat bermanfaat. Saya ingin bertanya mengenai faktor" yg mempengaruhi tautometri dimana bagaimana faktor" tersebut dpt mempengaruhi tautometri ?
BalasHapusTerima kasih atas pertanyaan nya saudari nevira, saya akan menjawab pertanyaan anda, di mana faktor" yg mempengaruhi tautometri itu ada 3, yaitu pH, pelarut, dan temperatur
BalasHapusdimana pada pH, itu untuk mengatur tingkat keasaman suatu senyawa pada tautomer dimana tautometri itu bersifat asam
Hapuspelarut itu untuk melarutkan suatu senyawa menjadi asam
dan temperatur itu untuk mengatur suhu suatu senyawa asam tersebut
terimakasih atas ulasannya. saya mau bertanya, bisa berikan contoh lain regangan ruang? dan tlg dijelaskan dalam gambar.
BalasHapusTerima kasih atas penjelasan nya, bisakah anda berikah contoh dari interaksi dwikutub dan gaya dispersi dari gaya van der Waals?
BalasHapusterima kasih atas pertanyaan nya saudari romeida, saya akan menjawab pertanyaan nya contoh regangan ruang itu seperti pada sikloheksana, dimana gambar nya bisa dilihat pada konformasi sikloheksana, dimana regangan sudut sikoheksana itu sudutnya sama dengan sudut tetrahedral yaitu 109,5 derajat
BalasHapusterima kasih atas pertanyaan saudari yunia, saya akan menjawab
BalasHapuscontoh dari interaksi dwikutub yaitu Interaksi dwikutub dalam air misalnya, berasal dari tarikan lemah sesama molekul air. Setiap ikatan O-H dalam molekul air sangat polar; karena keelektronegatifan oksigen yang besar, oksigen mempunyai sedikit muatan negatif; hidrogen mempunyai sedikit muatan positif. Molekul polar saling tarik, sehingga daerah positif dari satu molekul air tertarik pada daerah negatif dari molekul lainnya. Tarikan dwikutub antara molekul air ini sangat lemah jika disbanding dengan gaya lemah lain, yaitu ikatan hidrogen
sedangkan contoh dari gaya dispersi yaitu pada senyawa Cl2 yaitu apabila susunan molekul-molekul Cl2 yang terjadi disebabkan karena gaya dispersi atau gaya london, yaitu efeknya senyawa tersebut akan sangat lemah, dan akan bertambah jika jumlah elektron dalam molekul Cl2 bertambah banyak
Terima kasih atas pemaparan yang saudari nadya berikan, sudah bagus, namun saya ingin bertanya, bagaimana proses terjadinya sebuah ikatan hidrogen pada sebuah molekul?
BalasHapusBaiklah terima kasih atas pertanyaan dari saudari ria, saya akan menjawab proses terjadinya ikatan hidrogen ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas. Dimana hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini yang akan membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah hingga tinggi
BalasHapusMaterinya lumayan lengkap, cukup membantu, terima kasih.
BalasHapusMengenai regangan ruang, apa itu hanya berlaku untuk senyawa yang membentuk tetrahedral saja? Tolong penjelasannya. Terima kasih.
Terima kasih atas pertanyaan nya kepada saudara abdi, baiklah saya akan menjawab dimana regangan ruang dapat terjadi karena suatu atom tersebut tidak terikat
BalasHapus