/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-9/ani878.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Rabu, 10 Mei 2017

Sintesis Total (±)-Eusiderin K and J



(±)-Eusiderin K and J
            Eusiderin merupakan suatu senyawa yang terdapat pada tanaman-tanaman yang ada di kota Jambi yang telah diisolasi salah satunya pada tanaman pohon bulian yang bernama Eusideroxylon zwageri.
(±)-Eusiderin K dan (±)-Eusiderin J disintesis pertama kali dari senyawa pyrogallol, dimana Claisen Rearrangement digunakan untuk dua unit C6-C3 yang penting. Dimana Eusiderin K dan J merupakan dua neolignan yang telah diisolasi dari tanaman yang bernama Licaria chrysophylla yang mana untuk diambil kulit batang kayu dan kelopak nya. Dan senyawa ini juga merupakan salah satu jenis produk alami yang dimana mengandung cincin 1,4- benzodioxane yang memiliki sifat sitotoksik, hepatoprotektif, dan aktivitas biologis lainnya.
                     
Dimana senyawa (±)-Eusiderin K dan (±)-Eusiderin J ini bisa dilihat dari senyawa di atas dimana kedua senyawa ini mempunyai struktur yang sama hanya saja yang membedakan dari senyawa ini yaitu pada ikatan cincin benzen yang kedua yaitu pada C6 yaitu kalau pada (±)-Eusiderin K mengikat OH sedangkan pada (±)-Eusiderin J mengikat OMe.

Dimana (±)-Eusiderin K dan (±)-Eusiderin J menggunakan proses reaksi claisen yang akan menghasilkan senyawa 4-hydroxy-3,5-dimethoksi Gugus aril (5) dan 3,4-dihidroksi-5-kelompok metoksi aril (9)
Dimana pada reaksi di atas terdapat senyawa pyrogallol yang akan dikonversi menjadi senyawa trimetil pirrogallol (2). Senyawa (2) lalu akan direaksikan dengan ZnCl2 Dan asam propionat yang akan menghasilkan senyawa  2,6-dimetoksi fenol (3). Hasil dari senyawa (4) disini tergolong dalam jumlah yang rendah, sehingga senyawa (3) direaksikan dengan alil bromida, pada reaksi penyusunan kembali Claisen untuk menghasilkan senyawa (5). Lalu senyawa (5) ini direaksikan  dengan PdCl2 dalam metanol untuk menghasilkan senyawa (6).
Sintesis unit lain (10) juga dimulai dari pyrogallol, Yang secara selektif dilindungi oleh (CH3)2SO4 yang dilakukan pada senyawa boraks untuk menghasilkan senyawa (7). Lalu senyawa (7) ini akan diubah menjadi senyawa (8), (9) dan (10) yang dihasilkan dengan prosedur yang serupa dengan yang digunakan untuk senyawa (5).
Senyawa (6) dan (9) diubah menjadi (±)-Eusiderin K dengan oksida perak sebagai zat pengoksidasi. Lalu (±)-Eusiderin K dilindungi oleh metil iodida dalam kondisi dasar untuk mampu mengubah menjadi posisi isomer Trans (±)-Eusiderin J. 
Daftar Pustaka
Jing, Xiaobi., Wenxin Gu., Pingyan Bie., Xinfeng Ren., and XinfuPan. 2001. Total Synthesis of (±)-Eusiderin K and (±)-Eusiderin  J. Synthetic Communications, 31: 6. China: Lanzhou University.

25 komentar:

  1. mengapa dilakukan perlindungan dengan boraks pada sintesis senyawa eusiderin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaitu senyawa boraks di gunakan sebagai reagent pemberi suasana asam pada sintesa eusiderin

      Hapus
  2. Jelaskan fungsi K2Co3 dalam proses sintesis senyawa 6 ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. K2CO3 disini yaitu sebagai penghilang gugus brom pada alkil bromida

      Hapus
  3. Apa fungsi dari etil bromida pada sintesis diatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf sebelumnya, pada sintesis eusiderin j dan euiderin k ini yang digunakan adalah alil bromida yang berfungsi sebagai reagen untuk menghasilkan senyawa 4 dan 8.

      Hapus
  4. Apakah eusiderin k dan sama dengan lainnya? jika berbeda bisa tolong dijelaskan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelebihan senyawa eusiderin k dan j dibandingkan yang lain yaitu dapat mengawetkan kayu bulian dari gangguan rayap dan juga bermanfaat dalam bidang kesehatan contohnya untuk obat bengkak

      Hapus
  5. Apa fungsi boraks dan k2CO3 pada sintesis ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. senyawa boraks disini yaitu sebagai reagent pemberi suasana asam pada sintesa eusiderin sedangkan senyawa K2CO3 disini yaitu sebagai penghilang gugus brom pada alkil bromida

      Hapus
  6. Apakah sintesis senyawa eusiderin ini menggunakan gugus pelindung ? Jika iya sebutkan gugus pelindung yang digunakan
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. senyawa eusiderin disini menggunakan gugus pelindung yaitu boraks

      Hapus
  7. Mengapa katalis K2 CO3, di butuhkan pada sintesis Eusiderin ya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena K2CO3 disini mempunyai peran sebagai penghilang gugus brom pada alkil bromida

      Hapus
  8. Apa kelebihan eusiderit k dan j dibandingkan dengan yang lainnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelebihan senyawa eusiderin k dan j dibandingkan yang lain yaitu dapat mengawetkan kayu bulian dari gangguan rayap dan juga bermanfaat dalam bidang kesehatan contohnya untuk obat bengkak

      Hapus
  9. Balasan
    1. dimana senyawa eusiderin ini dapat bermanfaat dalam bidang medis, contohnya untuk obat bengkak dan menghitamkan rambut

      Hapus
  10. Pada tahap mana reaksi claisen dan apa prinsip dari reaksi tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. penataan ulang claisen pada senyawa ini yaitu pada pemanasan 150*c yang menyebabkan adanya pergeseran posisi alil dari posisi C1 menuju ke posisi para karena penataan ulang claisen ini menjadi sebuah posisi yang hanya spesifik pada posisi meta dan para.

      Hapus
  11. Senyawa (6) dan (9) diubah menjadi(±)-Eusiderin K dengan oksida perak sebagai zat pengoksidasi, dapatkah oksida perak diganti dengan oksida lainnya? Tolong beri sedikit penjelasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dapat, asalkan senyawa yang dimiliki harus mempunyai sifat yang sama karena reagen pengoksidasinya

      Hapus
  12. apa fungsi PbCl 2 dalam sintesis senyawa eusiderin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf kepada saudara silvia, mungkin anda menanyakan PdCl2 dimana PdCl2 disini berperan sebagai katalis

      Hapus
  13. kenapa yield yang dihasilkan bisa sedikit?

    BalasHapus