Sintesis
Total Reserpin
Reserpine merupakan
obat yang disebut rauwolfia
alkaloid. Reserpine bekerja dengan cara mengurangi jumlah zat kimia
tertentu dalam otak (misalnya norepinephrine
dan serotonin), yang
mana membantu merendahkan tekanan darah dan mengurangi peradangan pada pasien
yang memiliki masalah mental tertentu.
Pada penentuan
strukturnya terlibat beberapa kelompok kerja. Suatu sintesis total stereo
selektif dilakukan oleh Woodward (1958). Sebagai pembangun dalam reserpin
adalah asam reserpat, methanol dan asam 3,4,5-trimetoksibenzoat yang diikat
satu sama lain melalui ikatan ester. Resinamin mengandung asam
3,4,5-trimetoksisinamat sebagai pengganti asam trimetoksibenzoat.
Berdasarkan ikatan cincinnya(C/D-cis, D/E-cis) cincin asam reserpat termasuk
deretan epialloyohimban. Nama ini berasal dari yohimban yaitu kerangka
dasar yang terikat trans-trans (+)-yohimbin, yang dipeoleh dari Pausynistalia
johimbe, yang juga terdapat dalam jenis rauwolfia. Senyawa ini digunakan
sebagai afrodisiaka. Sebagai struktur parsial heterosiklik asam reserpat dengan
tingkat hidrasi yang berbeda, system cincin berikut ini yang mungkin :
indol(A/B), kunolizidin(C/D), isokuinolin (D/E) dan β-karbolin (A/B/C).
Reserpin merupakan
suatu basa lemah. Protonasi terjadi pada N-4 (pKa=6,6), yang jika dibandingkan
dengan N-1 (Nitrogen indol) merupakan basa yang lebih kuat. Senyawa hiroklorida
dan senyawa nitratnya relative sukar larut dalam air. Asam reserpat dapat
diperoleh dengan cara hidrolisis dalam suasana basa. Karena gugus karboksil
pada C-6 dan gugus hidroksil pada C-8 tersusun secara cis, maka mungkin terjadi
laktonisasi (Sastrohamidjojo dan Pranowo, 2009).
Reserpin cepat
berwarna gelap oleh cahaya. Larutan reserpin jika dibiarkan kena cahaya akan
berwarna kuning, dank arena itu akan terbentuk fluoresensi yang intensif.
Penguraian ini akan dipercepat oleh asam. Selain daripada itu, reserpin yang
terlarut di bawah pengaruh cahaya akan terepimerisasi menjadi 3-isoreserpin
yang memutar ke kiri dengan kuat.
Untuk pemeriksaan
identitas reserpin dapat dilakukan dengan berbagai reaksi warna. Dengan natrium
molibdat dalam asam sulfat akan memberikan warna kuning, yang setelah dua menit
akan berubah menjadi warna biru. Reaksi dengan vanillin dalam asam klorida
memberikan warna merah dan dengan 4-dimetilaminobenzaldehida dalam asam
asetat/asam sulfat memberikan warna hijau, yang dengan penambahan asam asetat
selanjutnya berubah menjadi merah. Reserpin dengan natrium nitrit yang dalam
hal ini bertindak sebagai oksidator, dalam larutan asam asetat akan terhidrasi
menjadi senyawa anhidronium 3,4-dehidroreserpin yang berfluoresensi kuning
hijau (warren, 1983).
Daftar Pustaka
Sastrohamidjojo,
H dan H. D. Pranowo. 2009. Sintesis Kimia Organik. Jakarta :
Erlangga.
Warren, Stuart. 1983. Periptaan Sintesis Organik. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.